Kelebihan dan Kekurangan Kain Tenun

Kelebihan dan Kekurangan Kain Tenun – Kain tenun merupakan kain khas Indonesia yang menjadi identitas Indonesia. Memiliki motif yang unik dan bahan kain yang berkualitas menjadi nilai tersendiri ketika memutuskan untuk membeli kain tenun. Kain tenun dibuat dengan menenun benang lungsin dan benang pakan. Benang lungsin dan benang pakan dapat memiliki komposisi dan spesifikasi yang sama, atau dapat berupa bahan baku yang berbeda. Kain tenun terjalin dengan benang lungsin dan pakan dan memiliki stabilitas yang baik. Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan kain tenun?

Kelebihan Kain Tenun :

  1. Daya tahan lebih baik

Kain tenun memiliki daya tahan yang lebih dikarenakan pembuatannya secara tradisional atau manual yang mana sangat diperhatikan benang-benangnya saat pembuatan agar menjadi kain yang memiliki daya tahan yang dapat dipakai dengan lama. Dapat kita lihat sendiri di daerah tertentu, kain tenun memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memakainya karena dengan memakai kain tenun berarti ada suatu kegiatan atau acara penting yang sedang dilaksanakan di daerah tersebut. Dengan ini dapat kita lihat bahwa kain tenun harus memiliki daya tahan yang baik agar dapat dipakai secara terus menerus dan tidak mudah rusak ketika digunakan.

  1. Mempunyai nilai estetika yang tinggi

Seperti yang kita tahu bahwa kain tenun merupakan kain khas Indonesia yang menjadikannya memiliki ciri khas tersendiri dari masing-masing daerahnya yang mana ini membuat kain tenun memiliki nilai estetika yang tinggi dibandingkan dengan kain-kain lainnya. Motif yang dipengaruhi oleh adat istiadat daerah asal kain tenun pun menjadi alasan kenapa kain tenun mempunyai nilai estetika yang tinggi.

  1. Kualitas tinggi

Kain tenun terbuat dari bahan baku yang sudah memiliki kualitas yang bagus sehingga tidak heran jika kain tenun memiliki kualitas yang tinggi. Karena kain tenun sering digunakan dalam kegiatan adat istiadat yang mana berarti kain tersebut harus memiliki kualitas yang baik agar masyarakat daerah asal memiliki ketertarikan untuk memakainya begitu juga masyarakat daerah lain. Kualitas ini juga dipengaruhi oleh proses pengerjaan yang memakan waktu cukup lama sehingga bisa dibilang kain tenun bukanlah kain yang memiliki kualitas yang asal-asalan.

Kekurangan Kain Tenun:

  1. Proses pengerjaannya yang lama

Kain tenun biasanya dibuat dengan menggunakan alat bukan mesin yang mana pasti akan memakan waktu yang lama dalam proses pengerjannya. Tetapi dibalik proses yang lama tersebut kualitas dan daya tahan kain tenun tidak dapat diragukan. Karena dengan proses pengerjaan yang memakan waktu cukup lama tersebut maka kain tenun lebih dihargai dan dianggap sebagai identitas dari suatu daerah atau bahkan dari Indonesia.

  1. Mahal

Karena proses pengerjaannya yang bisa dibilang tidak sebentar maka tidak salah bila harga kain tenun mahal. Mahal disini dapat dilihat dari pengerjaannya yang homemade atau membuat dengan cara tradisional yang mana sudah sangat jarang ditemukan untuk saat ini. Ketelitian dan kesabaran pengrajin patut untuk dibayar dalam membuat kain tenun ini karena bisa dibilang pembuatan kain tenun tidak lah mudah.

  1. Langka

Saat ini kain tenun menjadi barang yang langka karena sudah banyak masyarakat Indonesia yang tidak tertarik untuk menggunakan kain tenun sebagai pakaian. Hal ini juga yang menimbulkan akhirnya kain tenun memiliki harga yang mahal jika dijual di bukan daerah penghasil kain tenun tersebut. Kain tenun sendiri hanya kita temui ketika acara-acara adat saja dan yang memakainya hanya orang tua sehingga dapat dikatakan bahwa kain tenun sekarang cukup langka untuk ditemui.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *